Senin, 23 Februari 2026

Bro Fir Art Dan Peran Strategis Media Dalam Piala Pangdam III Siliwangi

Cibinong - Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Pangdam III/Siliwangi yang diselenggarakan pada 12–15 Februari 2026 menjadi salah satu agenda olahraga nasional yang paling bergengsi di awal tahun ini. Bertempat di GOR Laga Tangkas Pakansari, ajang ini sukses mempertemukan ribuan atlet pencak silat dari berbagai penjuru Nusantara dalam satu arena kompetisi yang sarat nilai sportivitas, persaudaraan, dan pelestarian budaya bangsa.



Salah satu figur yang turut berperan penting dalam kesuksesan acara ini adalah Muhamad Firdaus, yang juga dikenal dengan nama Bro Fir Art, selaku CEO PT. Purnama Graphy Studio. Dalam kejuaraan nasional ini, Firdaus dipercaya untuk menjadi bagian dari tim media resmi yang berada di bawah naungan PT. Red Eagle Management, selaku Event Organizer, yang berkolaborasi erat dengan tim media dari Yayasan Jagas Muda Nusantara.


Event Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Pangdam III/Siliwangi diikuti oleh kurang lebih 2.100 atlet yang tergabung dalam 200 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar tingkat sekolah, santri pesantren, mahasiswa, hingga kategori umum. Hal ini menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya menjadi cabang olahraga prestasi, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan jati diri generasi muda lintas usia dan latar pendidikan.


Kejuaraan ini secara resmi diselenggarakan oleh Mayjen TNI Kosasih, selaku Pangdam III/Siliwangi, yang bersinergi dengan Yayasan Jagas Muda Nusantara serta PT. Red Eagle Management. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga bela diri tradisional membutuhkan dukungan menyeluruh dari unsur militer, swasta, dan masyarakat sipil.


Selama empat hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme. Firdaus, sebagai bagian dari tim media, turut mengambil peran strategis dalam mendokumentasikan setiap tahapan acara. Dengan bermodalkan peralatan dokumentasi profesional berupa kamera foto dan video, ia bersama tim media bekerja secara intensif untuk memastikan setiap momen penting terekam dengan baik.


Proses dokumentasi tidak hanya dilakukan saat pertandingan berlangsung, tetapi telah dimulai sejak Technical Meeting yang diselenggarakan pada 7 Februari 2026 di Gedung Dispora Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi tahapan awal yang sangat krusial, karena di sinilah seluruh perwakilan kontingen mendapatkan penjelasan teknis terkait aturan pertandingan, sistem penilaian, serta tata tertib kejuaraan. Dokumentasi kemudian berlanjut pada persiapan H-1 pertandingan, suasana gladi bersih, hingga pelaksanaan Opening Ceremony yang berlangsung meriah.


Meskipun pada hari pembukaan sempat terjadi musibah hujan badai yang melanda kawasan GOR Laga Tangkas Pakansari dan sekitarnya, hal tersebut tidak sedikit pun mengurangi semangat para atlet, panitia, maupun tim media yang bertugas. Justru kondisi tersebut menjadi simbol kuatnya tekad dan daya juang seluruh pihak yang terlibat untuk menyukseskan kejuaraan ini hingga tuntas.


Meskipun hujan turun dengan deras dan cuaca kurang bersahabat, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet yang tampil dalam pembukaan pertandingan. Antusiasme tetap terasa kuat, terlebih dengan sorak sorai dan dukungan penuh dari ofisial, pelatih, serta para penonton. Suasana seremoni pembukaan pun berlangsung hangat, meriah, dan dipenuhi energi semangat yang membara. Tidak hanya itu, kehadiran berbagai sponsor serta para pedagang yang menggelar bazar di sekitar area venue turut menambah kemeriahan acara. Aktivitas bazar ini juga menjadi bentuk dukungan ekonomi kreatif lokal yang tumbuh seiring dengan terselenggaranya event berskala nasional.


Puncak acara kejuaraan pada 15 Februari 2026 menjadi momen yang paling dinantikan. Selain pertandingan final dan penyerahan medali, Firdaus juga menjalankan tugas jurnalistik berupa kegiatan doorstop interview dengan sejumlah tokoh penting yang hadir. Beberapa di antaranya adalah perwakilan PB IPSI serta Brigjen TNI Thomas Rajunio, yang hadir mewakili Pangdam III/Siliwangi.


Doorstop interview tersebut dilakukan untuk menggali pandangan dan apresiasi para tokoh terhadap penyelenggaraan kejuaraan, dampaknya bagi pembinaan atlet muda, serta harapan ke depan bagi perkembangan pencak silat nasional. Hasil wawancara ini menjadi materi penting yang memperkaya publikasi dan pemberitaan seputar event, sekaligus menjadi arsip berharga bagi penyelenggara dan masyarakat luas.


Sebagai insan media, Firdaus menyampaikan bahwa tugas dokumentasi dalam sebuah event nasional bukanlah hal yang ringan. Diperlukan kesiapsiagaan, fokus tinggi, serta kepekaan terhadap setiap detail yang terjadi di lapangan. Menurutnya, setiap detik dalam sebuah kejuaraan memiliki nilai historis yang tidak dapat diulang kembali.



“Kami sebagai media tentunya secara tidak langsung dituntut untuk selalu sigap, fokus, dan peka terhadap segala kejadian yang terjadi dalam event ini. Setiap momen yang berlalu sangatlah berharga karena tidak akan bisa diulangi lagi. Satu-satunya cara agar momen tersebut tetap abadi adalah melalui peran tim media,” ungkap Firdaus.


Keberhasilan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Pangdam III/Siliwangi 2026 ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi lahirnya atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, event ini juga membuktikan bahwa pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia masih memiliki tempat yang kuat di hati generasi muda.


Dengan sinergi yang solid antara penyelenggara, atlet, sponsor, masyarakat, serta tim media profesional, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran, pembinaan karakter, dan penguatan identitas bangsa melalui olahraga pencak silat.

Sebuah model manusia yang ditakdirkan tinggal di Asia Tenggara yang bermimpi dan berdoa bisa bikin konten room tour di surga

This Is The Newest Post

Banner Wartasejagat