Oleh : Muhamad Firdaus - Pimpinan Redaksi
Bogor — Menjelang pelaksanaan IPB Championship 2026, panitia resmi menggelar Technical Meeting (TM) bersama seluruh official, pelatih, dan perwakilan kontingen peserta. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman terkait teknis pertandingan, regulasi kejuaraan, tata tertib atlet, hingga mekanisme pelaksanaan selama kompetisi berlangsung.
Kejuaraan pencak silat tingkat nasional tersebut akan berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Graha Widya Wisuda IPB University dan diperkirakan diikuti lebih dari 1.600 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta berasal dari kategori usia dini, pra remaja, remaja, hingga dewasa yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, pesantren, dan umum.
Dalam pemaparan jadwal pertandingan, panitia menjelaskan bahwa hari pertama akan diisi dengan pertandingan tanding dan jurus prestasi sekaligus acara pembukaan kejuaraan. Hari kedua dilanjutkan dengan semifinal dan final kategori prestasi serta pertandingan pemasalan. Sementara pada hari terakhir akan dilaksanakan pertandingan pemasalan, penutupan kejuaraan, dan pembagian hadiah kepada para juara.
Panitia juga menegaskan sejumlah tata tertib yang wajib dipatuhi seluruh peserta dan official selama kejuaraan berlangsung. Pendamping atlet diwajibkan menggunakan pakaian IPSI dan sabuk coach berwarna orange serta tidak diperkenankan memakai atribut perguruan ketika berada di sudut coach. Selain itu, pengambilan foto maupun video di area coach juga dilarang demi menjaga ketertiban pertandingan.
Untuk kategori tanding, aturan pakaian dibedakan berdasarkan kelompok usia. Atlet usia dini dan pra remaja masih diperbolehkan menggunakan pakaian perguruan, sedangkan kategori remaja dan dewasa wajib menggunakan pakaian IPSI resmi. Panitia juga mengatur ketentuan penggunaan hijab, panjang lengan pakaian, hingga larangan penggunaan logo selain IPSI pada seragam atlet.
Selain membahas regulasi pertandingan, Technical Meeting turut menjelaskan berbagai aturan keselamatan atlet. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan pelindung kemaluan dan body protector masing-masing. Atlet yang memakai behel harus menggunakan gumshield, sementara penggunaan kacamata sport wajib disertai surat dokter. Ketentuan ini diterapkan untuk meminimalisir risiko cedera selama pertandingan berlangsung.
Pada sesi regulasi tanding, panitia memberikan penjelasan rinci mengenai sistem poin dan aturan jatuhan. Counter attack hanya berlaku untuk kategori remaja dan dewasa, sementara jatuhan dinyatakan sah apabila diawali dengan tangkapan. Panitia juga menetapkan bahwa pertandingan dapat dihentikan apabila selisih poin mencapai batas tertentu demi menjaga keselamatan atlet.
Tidak hanya fokus pada kompetisi, IPB University juga menghadirkan Program Golden Ticket sebagai bentuk apresiasi kepada atlet berprestasi. Program ini memberikan kesempatan bagi atlet kategori remaja prestasi tingkat SMA/SMK/MA yang berhasil meraih Juara 1 untuk mengikuti seleksi jalur Golden Ticket IPB University.
Program Golden Ticket tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen IPB University dalam mendukung pembinaan atlet muda Indonesia melalui integrasi pendidikan dan olahraga. Atlet yang lolos nantinya akan mengikuti beberapa tahapan seleksi seperti verifikasi prestasi, sosialisasi kampus, evaluasi akademik, hingga wawancara sesuai ketentuan yang berlaku.
Panitia juga memastikan kesiapan penanganan medis selama kejuaraan berlangsung melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Keluarga dan BPJS Ketenagakerjaan. Atlet yang mengalami cedera saat pertandingan akan mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, termasuk fasilitas rawat inap apabila diperlukan.
Melalui pelaksanaan Technical Meeting ini, seluruh peserta diharapkan dapat memahami regulasi pertandingan secara menyeluruh sehingga pelaksanaan IPB Championship 2026 dapat berjalan tertib, aman, dan sportif. Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda sekaligus pelestarian budaya pencak silat Indonesia.
Pelaksanaan IPB Championship 2026 mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari berbagai pihak, baik dari lingkungan akademik, organisasi olahraga, hingga lembaga pembinaan pencak silat di Indonesia. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa kejuaraan ini dipandang sebagai salah satu ajang penting dalam pembinaan atlet muda sekaligus pelestarian budaya bangsa melalui olahraga pencak silat.
Dari lingkungan kampus, kegiatan ini berada di bawah dukungan penuh IPB University melalui jajaran pimpinan universitas dan kemahasiswaan. Dalam susunan kepanitiaan tercantum bahwa pelindung kegiatan adalah Rektor Institut Pertanian Bogor, Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si. Selain itu, dukungan juga datang dari Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Direktur Kemahasiswaan, hingga Asisten Direktur Olahraga dan Kesenian Mahasiswa IPB University.
Kejuaraan ini juga mendapatkan rekomendasi dan dukungan dari organisasi pencak silat resmi di Indonesia, yakni Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia, IPSI Provinsi Jawa Barat, serta IPSI Kabupaten Bogor. Keterlibatan organisasi tersebut menunjukkan bahwa IPB Championship 2026 diselenggarakan dengan mengacu pada regulasi resmi pertandingan pencak silat nasional.
Selain IPSI, dukungan juga diberikan oleh KONI Kabupaten Bogor sebagai bentuk kontribusi dalam pengembangan olahraga prestasi di daerah. Kehadiran KONI menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat legitimasi dan kualitas penyelenggaraan kejuaraan tingkat nasional ini.
Dalam proposal kegiatan juga dijelaskan bahwa dasar pelaksanaan IPB Championship 2026 mengacu pada berbagai regulasi nasional di bidang olahraga dan pendidikan. Di antaranya adalah Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, Peraturan Pemerintah tentang penyelenggaraan kejuaraan olahraga, hingga Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Panitia juga menyebutkan bahwa seluruh sistem pertandingan menggunakan Peraturan Pertandingan Pencak Silat Nasional Tahun 2025 yang disusun oleh Tim Kelompok Kerja (Pokja) PB IPSI. Hal ini memperlihatkan bahwa kejuaraan tidak hanya mendapatkan dukungan kelembagaan, tetapi juga mengikuti standar regulasi resmi pencak silat nasional.
Selain dukungan institusi dan organisasi olahraga, IPB Championship 2026 turut mendapat dukungan dari UKM Merpati Putih IPB sebagai pelaksana utama kegiatan bersama PT. ReD Eagle Management. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kompetisi yang profesional, tertib, dan berkualitas bagi seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dukungan besar dari berbagai pihak ini menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan IPB Championship 2026 sebagai ajang pembinaan atlet muda, pengembangan prestasi olahraga, sekaligus pelestarian budaya pencak silat Indonesia di tingkat nasional.



